Kamis, 07 Juni 2012

Inilah 8 Teori Mengenai Misteri Segitiga Bermuda

7:44 AM by Kang Luthfi • 17 comments
iddailynews - Inilah 8 Teori Mengenai Misteri Segitiga Bermuda. Nama segitiga bermuda memang selalu lekat dengan misteri, dimana seperti yang kita ketahui berdasar dari cerita-cerita banyak kejadian aneh pada daerah tersebut.
Segitiga Bermuda merupakan daerah yang berada di Wilayah laut di selatan Amerika Serikat dengan titik sudut Miami (di Florida), Puerto Rico (Jamaica), dan Bermuda ini, telah berabad-abad menyimpan kisah yang tak terpecahkan. Misteri demi misteri bahkan telah dicatat oleh pengelana samudera macam Christopher Columbus.
Ada beberapa kisah yang cukup melegenda membuktikan misteri segitiga bermuda salah satunya adalah kisah hilangnya iring-iringan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari 5 Desember 1945.
Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun raib tanpa sempat memberi sinyal SOS.
Cukup banyak cerita misteri dari Segitiga Bermuda lainnya yang cukup menarik jika kita baca, namun pada kesempatan ini kita tidak akan membahas mengenai cerita tersebut.
Dari banyak kejadian misterius di Segitiga Bermuda muncul banyak teori-teori yang cukup aneh di Dunia ini berkaitan dengan Segitiga Bermuda, untuk mengetahuinya yuk lihat dibawah ini
8 Teori Misteri Segitiga Bermuda
1. Sebuah Argumen dari suatu Perusahaan Asuransi Kapal Laut
Perusahaan asuransi laut Lloyd’s of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.

2. Teori Lorong Waktu
Menurut beberapa peneliti,mungkin dikawasan ini terdapat sebuah gangguan atmosfir di udara berupa lubang di langit.Ke lubang itulah pesawat terbang masuk tanpa sanggup untuk keluar lagi.

Dari misteri “Lubang di Langit” ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam perhubungan antara dunia dengan dimensi lain. lubang di Langit itu dianggap semacam alat transportasi seperti tampak di film Star Trek. Ataukah bentuk Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kita dengan munculnya UFO.
3. Teori Blue Hole
Konon di dasar laut segitiga bermuda terdapat semacam lubang/gua dasar laut,dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelahjaman es berlalu, gua ini tertutup.Arus didalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya hisap.

Banyak kapal-kapal kecil atau manusia yang terhisap ke dalam blue hole itu tanpa daya,dan anehnya kapal-kapal kecil yang terhisap itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama.

Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini sanggup menelan
kapal raksasa ke dasar lautan?

4. Teori Gas Metana
Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas methana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat.

Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

5. Teori Misteri Lidah Lautan
Kawasan Segitiga bermuda sering juga disebut sebagai Tongue of the Ocean atau Lidah Lautan.Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (canyon).Ada beberapa peristiwa kecelakaan di sana. Tidak banyak yang belum diketahui tentang Segitiga Bermuda, sehingga orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya. Misalnya saja misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Agustus 1917.

6. Teori Misteri Makhluk Sargasso
Misteri lain yang masih belum terungkap adalah misteri Makhluk Laut Sargasso, yang bukan semata-mata khayalan. Di Lautan Sargasso,banyak kapal yang tak pernah sampai ke tujuannya dan terkubur di dasar laut.

Di sana terhimpun kapal-kapal dari berbagai jaman, harta karun, mayat tulang belulang manusia. Luas Laut Misteri Sargasso ini 3650 km untuk panjang dan lebarnya 1825 km, dan di sekelilingnya mengalir arus yang kuat sekali, sehingga membentuk pusaran yang sangat luas yang berputar perlahan-lahan searah jarum jam.

7. Teori Angin Puting Beliung
Mungkin di area ini sering terjadi badai laut yang mungkin bisa membentuk suatu pusaran angin yang dapat menyebabkan hancurnya sebuah pesawat terbang karena terhempaskan.

8. Beberapa Teori Lain
Ada yang mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan pangkalan UFO sekelompok alien yang tidak mau diusik oleh manusia,sehingga kendaraan apapun yang melewati daerah teritorial tersebut akan terhisap dan diculik.
Ada juga yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda,sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam.

Dan bahkan ada yang mengatakan Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas,sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dahsyat.

Ya itulah 8 teori misteri Segitiga Bermuda yang dikenal dunia, tentu sebenarnya akan ada banyak teori lainnya yang bersumber pada kejadian misteri di wilayah segitiga bermuda.

Adakah dari anda yang mempunyai teori lain mengenai misteri segitiga bermuda?

http://kevindasilva11.wordpress.com/2012/02/11/8-teori-mengenai-misteri-segitiga-bermuda/

Bertemu Tuhan Di Segitiga Bermuda - Kisah Benar ( Anda Adalah Anda )


Motivasi diri - Anda adalah Anda sebuah buku amat baik sekali. Penuh dengan ilmu motivasi yang amat bernilai tinggi.

Manfaatkanlah sedetik muhasabah diri anda untuk merenung dan berfikir akan erti kehidupan sebenar. Jadikan teladan dan panduan.

Apa yang ingin saya ulas adalah paparan slot kisah benar dalam buku ini bertajuk - Pelaut Menemui Tuhan di Segitiga Bermuda ( Golden Trianggle ). Kisah ini amat penting untuk dipanjangkan berbanding tajuk-tajuk motivasi yang lain dalam buku ini.

Begini Ceritanya :-

Seorang Hamba Allah yang tidak disebutkan namanya dalam buku tersebut, cukuplah sekadar saya namakanya A sahaja. A bertugas dengan sebuah syarikat perkapalan. Beliau berbangsa Melayu, Beragama Islam dan berasal dari Malaysia. Bapanya seorang guru agama, tetapi sejak kecil A tidak mendapat pendidikan agama akibat bersekolah di asrama penuh sehinggalah menjawat jawatan dalam syarikat perkapalan tersebut. Beliau bertugas dan belayar keseluruh dunia dalam sesuai bidangnya menjadi pelayar profesional.

Melalui pengalaman dan pergaulan persekitarannya menyebabkan A menganut fahaman tidak mempercayai adanya Tuhan, kehidupannya tidak pernah mengamalkan ajaran agama Islam melainkan melakukan apa sahaja yang dilarang oleh Islam termasuklah kesemua jenis dosa-dosa besar, Perempuan, Zina, Arak, Judi dan apa sahaja yang dilarang oleh agama termasuklah fahaman A yang mengharamkan perkahwinan . Baginya apa perlunya kahwin sedang wanita boleh didapati dimana-mana sahaja. Dalam mana-mana perdebatan A sering mencabar kekuasaan Tuhan dengan mengatakan Tuhan Tiada , ianya hanyalah hayalan, hanya orang bodoh dan lemah sahaja yang mempercayai adanya Tuhan .Begitu angkuh sekali si A menyanggah akan keesaan Tuhan.

Dipendekkan cerita. Ketika kejadian ini berlaku, kapal A sedang belayar merentasi Segita Bermuda menuju ke Mexico. Dengan kehendak Allah S.W.T kapal A telah dipukul ribut ditengah Lautan Atlantik yang luas berhampiran Segita Bermuda. Maka karamlah kapal A dengan segala isinya dan seluruh anak-anak kapal terpelanting ke laut.Termasuklah A turut serta menjadi penghuni lautan seketika itu, dengan sekelip mata sahaja, dengan tidak disangka-sangka, dengan tidak ada seorang pun menduganya, walaupun kapal A dilengkapi dengan pelbagai kecanggihan teknologi mengesan sebarang bencana. Namun kehendak Allah tidak ada sesiapa pun mampu menghalangnya..

A telah terdampar dilaut selama 13 hari dengan pelampung keselamatan yang dipakainya. Pengsan dan sedar berulang-ulang kali. Ketika A dalam keadaan sedar ditengah lautan Atlantik yang gelap gelita, dalam kepedihan dan kesakitan serta badan yang lemah dalam kesejukan. Sekumpulan ikan-ikan jerung mengelilingi A berulang-ulang kali, ada yang menggeselkan badannya ke kaki A, mengangakan mulut kearah A, seolah-olah suatu pesta makanan yang lazat sedang dan akan dinikmati sebentar lagi. Ketika itulah A menangis, meraung, memanggil-manggil nama Allah berulang-ulang kali, memanggil dalam esakan, dalam tangisan. A telah terlupa akan segala kesombongannya selama ini, segala dosa dan maksiat yang dilakukannya selama ini, segala keangkuhannya mengatakan Tuhan itu tiada dan tiada apa-apa kekuasaan daripadanya.

Pada saat itu tiada lagi tempat A memohon pertolongan melainkan kepada Allah, ditengah-tengah lautan yang saujana mata memandang, sejuk, panas dan gelap gelita, A tiada tempat untuk memohon pertolongan, melainkan memanggil-manggil nama Allah beribu-ribu kali. Akhirnya A teringat beberapa potong ayat al-Quran lalu membacanya. Disaat genting berada diambang maut antara laut dan kerakusan jerung ganas, A membaca beberapa potong ayat al-Quran. seterusnya A pengsan.

Sesedarnya A, ia telah berada dihospital Reo de Jenerio Brazil . A telah diselamatkan oleh nelayan Brazil. Ketika dihospital A menjadi trauma dengan menghempas-hempaskan badannya, meraung-raung menyebut-nyebut nama Allah, Allah, Allah....

Begitulah hebatnya kebesaran dan kekuasaan Allah, walaupun jerung sudah mengangakan mulutnya untuk menelan A. Walaupun 13 hari terapung dilaut yang ganas berpayungkan langit, kepanasan dan kesejukan, namun kekuasaan Allah meliputi segala-galanya.Ajal dan maut adalah ditangan Tuhan.

Akhirnya A insaf diatas segala perbuatannya dan sekarang menuntut diperguruan pondok mendalami ilmu Islam, bertaubat dan melaksanakan segala amalan-amalan ajaran agama dengan sepenuhnya.

A telah bertaubat, insaf dan menyesal, bahawa pada saat-saat diantara hidup dan mati seperti itu, tiadalah lagi sebarang kehebatan dan kesombongan manusia. Hanyalah Allah yang akan menjadi tempat mengadu dan memohon pertolongan.

Rupa-rupanya Allah juga masih tetap sayangkannya . Beliau telah diselamatkan oleh jerung dan lautan, beliau telah diselamatkan dari kehidupan noda dan dosa dan kini melalui kehidupan insan yang sebenar, beribadat, bertaubat dan taatkan segala perintah Allah.

SEBENARNYA :  SI A TELAH BERTEMU TUHAN DI SEGITA BERMUDA ( GOLDEN TRIANGGLE )

Inilah motivasi sebenar kehidupan. Berhenti sejenak membaca, benamkan perasaan anda, istiqomah dan muhasabah diri, dimanakah kedudukan kehidupan kita sekarang ini.

Dunia, alam dan segala barang melata didunia ini mampu melampiaskan hukuman kepada kita pada bila-bila masa dan sekelip mata sahaja ( Dengan KEHENDAK ALLAH ). Hindarkan kesombongan dan kekalutan dalam menjalani kehidupan ini. Tingkatkan Amalan Baik dan tinggalkanlah Amalan Buruk - Mudah-mudahan anda dirahmati Allah dunia dan akhirat.
" HEBAT, SESUNGGUHNYA HEBAT "
Salam dari managro
Diterbitkan pada: 20 Februari, 2010   

7 Misteri Segitiga Bermuda

Gugun
March 13, 2010
Dilihat: 33555 kali

Segitiga Bermuda, juga dikenal sebagai Devil’s Triangle, adalah bentangan terkenal Samudera Atlantik berbatasan dengan Florida, Pulau Bermuda, dan Puerto Rico yang telah menjadi lokasi penghilangan aneh sepanjang sejarah. The Coast Guard tidak mengenali Segitiga Bermuda atau penjelasan supranatural untuk penghilangan misterius di tengah-tengahnya. Ada beberapa kemungkinan penjelasan bagi kapal-kapal yang hilang, termasuk angin topan, gempa bumi, dan medan magnet yang mengganggu kompas dan perangkat navigasi lainnya. Tapi jauh lebih menarik untuk berpikir jika mereka yang hilang tersedot ke dimensi lain, diculik oleh Alien, atau hanya menghilang ke udara.
http://static.howstuffworks.com/gif/bermuda-triangle-13.gif
Sungguh naas banyak penerbangan yang telah jadi korban karena Misteri Segitiga Bermuda. Cari tahu bagaimana pesawat ini tidak pernah terdengar lagi.
7. Teignmouth electron
Siapa yang mengatakan bahwa Segitiga Bermuda hanya menelan kapal dan pesawat? Siapa yang bilang itu tidak dapat membuat orang menjadi gila juga? Mungkin itu yang terjadi di Teignmouth Electron pada tahun 1969. The Sunday Times Golden Globe Race tahun 1968 meninggalkan Inggris pada 31 Oktober dan diperlukan masing-masing kontestan untuk berlayar solo dengan kapalnya. Donald Crowhurst adalah salah satu pendatang, tetapi ia tidak pernah berhasil mencapai garis finish. Para elektron ditemukan ditinggalkan di tengah Segitiga Bermuda pada bulan Juli 1969. Logbooks yang berhasil mencapai finish mengungkapkan bahwa Crowhurst itu menipu penyelenggara tentang posisinya dalam lomba. Kabar terakhirnya tanggal 29 Juni – ia percaya bahwa Crowhurst melompat ke laut dan menenggelamkan dirinya di Segitiga bermuda.
6.The Spray
Joshua Slocum, orang pertama yang berlayar solo di seluruh dunia, tidak seharusnya menghilang di laut, tapi tampaknya memang itulah yang terjadi. Pada 1909, Spray meninggalkan Pantai Timur Amerika Serikat untuk menuju Venezuela melalui Laut Karibia. Slocum tak pernah terdengar atau terlihat lagi dan dinyatakan meninggal pada tahun 1924. Kapalnya itu kokoh dan Slocum adalah seorang profesional, jadi tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Mungkin ia dihancurkan oleh kapal yang lebih besar atau mungkin dia dibawa oleh bajak laut. Tidak ada yang tahu pasti bahwa Slocum menghilang dalam perairan bermuda.
5. Star Ariel
Sebuah pesawat Tudor IV seperti Star Tiger meninggalkan bermuda pada 17 Januari 1949, dengan 7 awak dan 13 penumpang dalam perjalanan ke Jamaika. Pagi itu, Kapten JC McPhee melaporkan bahwa penerbangan itu berjalan lancar. Tak lama kemudian, pesan lain yang lebih samar datang dari kapten, ketika ia melaporkan bahwa ia mengubah frekuensi, dan kemudian tidak ada lagi yang mendengar. Lebih dari 60 pesawat dan 13.000 orang dikerahkan untuk mencari Star Ariel, tapi bahkan tidak sedikitpun sampah atau puing-puing yang pernah ditemukan. Setelah Ariel menghilang, Tudor IV tidak lagi diproduksi.
4. Star Tiger
Star Tiger, dipimpin oleh Kapten BW McMillan, terbang dari Inggris ke Bermuda pada bulan Januari 1948. Pada tanggal 30 Januari, McMillan mengatakan dia diperkirakan akan tiba di Bermuda pada jam 5:00 pm, tapi baik ia maupun salah satu dari 31 orang dalam pesawat Star Tiger yang pernah didengar dari lagi. Ketika Udara Sipil Departemen meluncurkan pencarian dan penyelidikan, mereka mengetahui bahwa SS Troubadour telah melaporkan melihat sebuah pesawat terbang rendah tengah-tengah antara Bermuda dan jalan masuk ke Teluk Delaware. Jika itu adalah pesawat Star Tiger, itu secara drastis tentunya. Menurut Udara Sipil Departemen, nasib Star Tiger masih merupakan misteri terpecahkan.
3. USS Cyclops
Ketika Perang Dunia I memanas, Amerika juga ikut dalam pertempuran. USS Cyclops, diperintahkan oleh Letnan GW Worley, yang tinggal di Pantai Timur Amerika Serikat sampai tahun 1918 ketika ia dikirim ke Brazil untuk mengisi bahan bakar kapal-kapal Sekutu. Dengan 309 orang dalam pesawat, kapal meninggalkan Rio de Janeiro pada bulan Februari dan mencapai barbados di Maret. Setelah itu, Cyclops tidak pernah terdengar lagi. Angkatan Laut mengatakan dalam pernyataan resmi, “Hilangnya kapal ini telah menjadi salah satu misteri yang paling membingungkan dalam sejarah Angkatan Laut, semua upaya untuk menemukan dirinya telah terbukti berhasil. Tak ada musuh kapal selam di Atlantik Barat pada waktu itu , dan pada Desember 1918 setiap upaya dilakukan untuk memperoleh dari sumber-sumber Jerman tentang informasi mengenai hilangnya kapal. ”
2. Flight 201
Pesawat Cessna ini meninggalkan Fort Lauderdale pada 31 Maret 1984, dengan route untuk Pulau Bimini di Bahama, tapi tidak pernah berhasil. Dipertengahan sampai ke tujuan, pesawat diperlambat dengan kecepatan secara signifikan, tapi tidak ada sinyal radio yang dibuat dari pesawat untuk menunjukkan tekanan. Tiba-tiba, pesawat jatuh dari udara ke air, benar-benar menghilang dari radar. Seorang wanita di Pulau Bimini bersumpah dia melihat sebuah pesawat terjun ke laut sekitar satu mil lepas pantai, tapi tidak ada reruntuhan yang pernah ditemukan.
1. Flight 19
Pada siang hari 5 Desember 1945, lima pesawat pembom torpedo Avenger meninggalkan Naval Air Station di Fort Lauderdale, Florida, dengan Letnan Charles Taylor seorang komandan dan 13 siswa pilot. Sekitar satu setengah jam dalam penerbangan, melalui radio Taylor mengatakan bahwa kompas itu tidak bekerja, tapi ia memperkirakan ia berada di suatu tempat di Florida. Letnan yang menerima sinyal radio tersebut memerintahkan kepada Taylor untuk terbang ke arah utara Miami, sebagai Selama dia yakin dia benar-benar di atas Floria. Meskipun ia adalah seorang pilot berpengalaman, Taylor mendapat kenyataan yang mengerikan dan semakin ia mencoba untuk keluar dari Florida, ia dan krunya pergi semakin jauh ke laut.
Saat malam tiba sinyal radio memburuk, sampai akhirnya tidak ada sama sekali dari Flight 19. Angkatan laut amerika menyelidiki dan melaporkan bahwa kebingungan Taylor yang menyebabkan bencana, tapi ibunya meyakinkan mereka untuk mengubah laporan resmi bahwa pesawat itu jatuh dengan penyebab yang tidak diketahui.

Teori Terjadinya Bahasa

2.4.1 Teori Migrasi Bahasa
    Migrasi bahasa terjadi karena perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Perpindahan penduduk itu tentu membawa serta bahasanya ke tempat perpindahannya. Menetapnya penutur bahasa di tempat yang baru lambat laun membentuk bahasa baru. Keadaan itu didasari oleh faktor perpindahan yang sudah cukup lama dan jauhnya hubungan dengan daerah asal. Tetapi dipihak lain walaupun daerahnya bertetangga kadang-kadang ditemukan perbedaan bahasa.
    Bertolak dari keadaan tersebut muncullah sebuah teori yang disebut migrasi bahasa yang dikatakan oleh Raimo Antilla. Penjelasan yang berkaitan dengan isi teori itu sebagai berikut:
Menurut asumsi umum yang belaku, wilayah suatu bahasa biasanya diidentifikasi dengan daerah penutur-penuturnya. Dalam hubungan ini kita perlu membedakan dua istilah yang akan menjadi penting dalam uraian mengenai teori migrasi bahassa, yaitu istilah wilayah (area) dan daerah (region). Wilayah suatu bahasa adalah tempat-tempat dimana terdapat pemakai-pemakai suatu bahasa. Dalam kenyataan bahasa dapat terdiri dari suatu tempat yang secara geografis berkesinambungan atau dapat pula terdiri atas sejumlah tempat yang secara geografis terpisah dari yang lain (dalam Gorys Keraf, 1984:172)
    Kutipan tersebut ditambah lagi dengan penjelasan yang mendasari teori migrasi bahasa. Dalam hal ini teori migrasi bahasa didasarkan pada dua dalil. Yaitu:
1) Wilayah asal bahasa-bahasa kerabat merupakan suatu daerah yang berkesinambung; 2) Jumlah migrasi mungkin direkontsruksi akan berbanding terbalik dengan jumlah gerak perpindahan dari tiap bahasa (Gorys Keraf, 1984:173).
Dasar-dasar pemikir seperti yang dikemukakan di atas memperjelas proses terjadinya suatu bahasa daerah. Karena berbicara tentang migrasi bahasa atau perpindahan itu tentu erat kaitannya dengan dalil-dalil yang mendasari uraian tentang proses terbentuknya bahasa itu.
    Rasanya pembicaraan tentang proses terjadinya bahasa daerah yang dikaitkan dengan inti teori migrasi bahasa belum cukup. Ketidakcukupan ini ditandai dengan adanya kerumitan dalam bahasa itu sendiri, sehingga oleh para ahli seperti Gorys Keraf (1984:166) menambahkan lagi sebuah uraian sebagai berikut:
Disamping penalaran yang diturunkan dari data-data kebahasaan untuk merumuskan kesimpulan-kesimpulan mengenai migrasi, maka ilmu-ilmu bantu yang dimaksud misalnya kebudayaan, arkeologi, dan tropologi. Walaupun demikian untuk kepentingan ilmu bahasa semua teori yang berasal dari ilmu-ilmu lain mengenai migrasi harus disesuaikan untuk kepentingan kesimpulan-kesimpulan migrasi bahasa.
Kesimpulan yang dimaksud pada pendapat di atas adalah kesimpulan yang memuat tentang proses terjadinya bahasa baru (bahasa daerah) yang memakai tempo waktu yang relatif lama. Jangka waktu yang panjang itu tentu selalu mengikuti perkembangan penutur-penutur bahasa.
2.4.2 Teori Gelombang
    Dalam kajian dan jangkauan isi teori gelombang yang dikaitkan langsung dengan proses terjadinya bahasa daerah, perlu melihat wilayah pemakaian bahasa itu. Wilayah pemakaian bahasa itu selalu berbanding sama atau hampir sama dengan jumlah penuturnya. Artinya apabila jumlah penutur bertambah maka wilayah bahasa itu akan bertambah pula. Dengan kata lain perubahan-perubahan bahasa kadang kala disebabkan oleh pertumbuhan pendudukan yang pesat disertainya dengan perpindahanya.
    Untuk lebih jelasnya isi teori gelombang dikemukakan sebagai berikut:
Bahasa-bahasa dipergunakan secara berantai dalam wilayah tertentu dan dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu tempat tertentu. Perubahan-perubahan ini menyebar ke semua arah, seperti halnya gelombang pada sebuah kolam yang disebabkan oleh barang yang dijatuhkan ke dalam kolam. Atau dengan kata lain perubahan dapat tersebar seperti gelombang pada suatu wilayah bahasa. Dan setiap perubahan meliputi suatu wilayah yang tidak tumpang tindih dengan wilayah perubahan bahasa yang terdahulu hasil dari gelombang. Gelombang-gelombang yang berurutan tersebut adalah jaringan isogloss. Daerah-daerah yang berdekatan dengan pusat penyebaran akan lebih banyak menunjukan persamaaan-persamaan dengan pusat penyebarannya (John Schmidt dalam Gorys Keraf, 1984:110).

Selanjutnya, penjelasan tentang teori gelombang dalam hubungannya dengan penyebaran bahasa dikemukakan dengan gambar sebagai berikut.




            (John Schmidt dalam Gorys Keraf, 1984:110)

Gambar tersebut adalah contoh proses penyebaran bahasa dengan terbentuknya bahasa daerah. Juga dari gambar tersebut tercermin bahwa sebuah bahasa induk dapat menghasilkan bermacam-macam bahasa daerah. Perkembangan bahasa itu mirip seperti gelombang.
2.5 Bahasa dan Masyarakat Penutur
Manusia yang hidup dalam sebuah kelompok selalu menggunakan bahasa untuk berinteraksi dengan yang lain. Penggunaan bahasa dalam semua interaksi itu ditandai dengan adanya ide-ide seseorang yang perlu disampaikan kepada orang lain. Penerimaan ide-ide itu selalu mendapat tanggapan dan balikan kepada pencetusnya. Kemudian pencetusnya tentu akan menerima ataupun menolak tanggapan itu, sehingga tidak menutup kemungkinan akan disalurkan kepada orang lain. Begitulah interaksi itu berlangsung terus-menerus secara timbal balik dengan menggunakan bahasa sebagai alat ekspresinya.
Bahasa adalah alat komunikassi yang paling ampuh, efektif, bersturktur, manasuka dan mudah dipahami. Banyak alat komunikasi lain seperti bunyi tong-tong, bunyi bel dan sebaginya. Tetapi tidak selengkap bahasa yang maksud komunikatornya dipahami dengan mudah dan jelas. Begitulah kira-kira suatu gambaran yang menunjukan bahasa adalah alat komunikasi yang cocok dengan siapa saja dan dalam bentuk situasi apasaja.
 Sehubungan dengan hal itu, Gorys Keraf (1979:5) mengemukakan sebagai berikut:
Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan dengan secara efisien melalui bahasa. Bahsa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan setiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. Ia memungkinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya.
Pendapat tersebut menggambarkan berapa pentingnya bahasa itu dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa adalah suatu hal yang tidak dapat terlepaskan dalam kehidupan individu. Lebih-lebih kalau individu itu adalah seorang pemimpin. Kalau demikian adanya, maka bahasa itu belum cukup hanya sekedar dimiliki kecuali harus mampu menggunakannya secara baik dan benar. Apalagi kalau penggunaan bahasa itu dalam kehidupan sosial dan kegiatan-kegiatan lainya. Hal ini sejalan dengan pendapat yang mengatakan bahwa semua kegiatan sosial akan berjalan dengan baik karena dapat diatasi dengan mempergunakan bahasa. Semua tutur pertama-tama dimaksudkan untuk mendapat tanggapan, baik tanggapan yang berupa tutur, maupun tanggapan yang berbentuk perbuatan atau tindakan. (Gorys Keraf, 1979:6).
Sehubungan dengan keadaan tersebut, dapatlah dibayangkan betapa miskinnya kehidupan ini bila kita tidak memiliki bahasa. Oleh karena itu, tentulah fungsi bahasa dalam kehidupan ini sungguh penting. Fungsi yang dimaksud dapat dilihat dalam penjelasan berikut:
a.    Untuk menyatakan ekspresi diri;
b.    Sebagai alat komunikasi;
c.    Sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
d.    Sebagai alat untuk mengadakan kontrol sosial (Gorys Keraf,1979:3).
Dari keadaaan tersebut dapatlah ditegaskan bahwa manusia ada, berarti bahasa ada. Bahasa ada berarti akan digunakan oleh manusia. Dengan kata lain, semua konsep pikiran memerlukan bahasa sebagai alat pencurahannya.


DAFTAR 200 KOSAKATA KATA DASAR MENURUT MORRIS SWADESH


No     Gloss    Bahasa X                             Bahasa Y
1    Abu       
2    Air        
3    Akar       
4    Aku       
5    Alir (meng)       
6     Anak       
7    Angin       
8    Anjing       
9    Apa       
10    Api       
11    Apung       
12    Asap       
13    Awan       
14    Bagaimana       
15    Baik       
16    Bakar       
17    Balik       
18    Banyak       
19    Bapak       
20    Baring       
21    Baru       
22    Basah       
23    Batu       
24    Berapa        
25    Belah (mem)       
26    Benar       
27    Benih       
28    Bengkak       
29    Berenang        
30    Berjalan       
31    Berat       
32    Beri        
33    Besar       
34    Bilamana       
35    Binatang       
36    Bintang       
37    Buah       
38    Bulan       
39    Bulu       
40    Bunga       
41    Bunuh       
42    Buru (ber)       
43    Buruk       
44    Burung       
45    Busuk       
46    Cacing       
47    Cium       
48    Cuci       
49    Daging       
50    Dan       
51    Danau       
52    Darah       
53    Datang       
54    Debu       
55    Daun       
56    Dekat       
57    Dengan       
58    Dengar       
59    Di dalam       
60    Di        
61    Di mana         
62    Dingin       
63    Diri (ber)       
64    Di sini       
65    Di situ       
66    Dorong       
67    Dua        
68    Duduk       
69    Ekor       
70    Empat       
71    Engkau       
72    Gali       
73    Garam       
74    Garuk       
75    Gemuk       
76    Gigi       
77    Gigit       
78    Gosok       
79    Gunung       
80    Hantam       
81    Hapus       
82    Hati       
83    Hidung       
84    Hidup       
85    Hijau       
86    Hisap       
87    Hitam       
88    Hitung       
89    Hujan       
90    Hutan       
91    Ia       
92    Ibu       
93    Ikan       
94    Ikat       
95    Istri       
96    Ini        
97    Itu       
98    Jahit       
99    Jalan       
100    Jantung       
101    Jatuh       
102    Jauh       
103    Kabut       
104    Kaki       
105    Kalau       
106    Kami, kita       
107    Kamu       
108    Kanan       
109    Karena       
110    Kata (ber)       
111    Kecil       
112    Kelahi (ber)       
113    Kepala       
114    Kering       
115    Kiri       
116    Kotor       
117    Kuku       
118    Kulit       
119    Kuning       
120    Kutu       
121    Lain       
122    Langit       
123    Laut       
124    Lebar       
125    Leher       
126    Lelaki       
127    Lempar       
128    Licin       
129    Lidah       
130    Lihat       
131    Lima       
132    Ludah       
133    Lurus       
134    Lutut       
135    Main       
136    Makan       
137    Malam       
138    Mata       
139    Matahari       
140    Mati       
141    Merah       
142    Mereka       
143    Minum       
144    Mulut       
145    Muntah       
146    Nama       
147    Napas       
148    Nyanyi       
149    Orang       
150    Panas       
151    Panjang       
152    Pasir       
153    Pegang       
154    Pendek       
155    Peras       
156    Perempuan       
157    Perut       
158    Pikir       
159    Pohon       
160    Potong       
161    Punggung       
162    Pusar       
163    Putih       
164    Rambut       
165    Rumput       
166    Satu       
167    Sayap       
168    Sedikit       
169    Siang       
170    Siapa        
171    Sempit       
172    Semua       
173    Suami       
174    Sungai       
175    Tajam        
176    Tahu        
177    Tahun       
178    Takut       
179    Tali       
180    Tanah       
181    Tangan       
182    Tarik       
183    Tebal       
184    Telinga       
185    Telur       
186    Terbang       
187    Tertawa       
188    Tetek       
189    Tidak       
190    Tidur       
191    Tiga       
192    Tikam       
193    Tipis       
194    Tiup       
195    Tongkat       
196    Tua       
197    Tulang       
198    Tumpul       
199    Ular       
200    Usus        

SASTRA DAERAH

A.    FILOLOGI

Filologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani “philos” yang berarti “cinta” dan logos ” yang diartikan kata. Pada kata “filologi” kedua kata itu membentuk arti “cinta kata” atau “senang bertutur”. Arti ini kemudian berkembang menjadi “senang belajar” atau “senang kebudayaan”. Pengkajian filologi pun selanjutnya membatasi diri pada penelitian hasil kebudayaan masyarakat lama yang berupa tulisan dalam naskah (lazim disebut teks).
Filologi ialah suatu ilmu yang obyek penelitiannya naskah-naskah lama. Sebelum kita membicarakan pokok-pokok pengertian tentang filologi ini lebih lanjut, baiklah kita jelaskan terlebih dahulu, apa yang dimaksud dengan naskah ini. Yang dimaksudkan dengan naskah di sini, ialah semua peninggalan tertulis nenek moyang kita pada kertas, lontar, kulit kayu, dan rotan. Tulisan tangan pada kertas itu biasanya dipakai pada naskah-naskah yang berbahasa Melayu dan yang berbahasa Jawa; lontar bnyak dipakai pada naskah-naskah berbahasa Jawa dan Bali dan kulit kayu dan rotan biasa digunakan pada naskah-naskah berbahasa Batak. Dalam bahasa Inggris naskah-naskah ini disebut “manuscript” dan dalam bahasa Belanda disebut dengan istilah “handschrift”. Hal ini perlu dijeaskan untuk membedakan peninggalan tertulis pada batu. Batu yang mempunyai tulisan itu biasa disebut piagam, batu bersurat, atau inskripsi. Dan ilmu dalam bidang tulisan batu itu disebut epigrafi.
Mengingat bahan naskah seperti tersebut di atas, jelaslah, bahwa naskah itu tidak dapat bertahan beratus-ratus tahun tanpa pemeliharaan yang cermat dan perawatan yang khusus, sebagaimana dapat kita jumpai di luar negeri. Pemeliharaan naskah agar tidak cepat rusak, antara lain : mengatur suhu udara tempat naskah itu disimpan, sehingga tidak cepat lapuk; melapisi kertas-kertas yang sudah lapuk dengan kertas yang khusus untuk itu, sehingga kuat kembali; dan menyemprot naskah-naskah itu dalam jangka waktu tertentu dengan bahan kimia yang dapat membunuh bubuk-bubuk yang memakan kertas itu. Demikian antara lain pemeliharaan khusus terhadap naskah-naskah itu, tetapi tinta yang memecah dan kertas yang cepat menguning atau dengan kata lain kualitas tinta dan kertas yang kurang baik sukar diatasi.
Semua naskah itu dianggap sebagai hasil sastra lama dan isi naskah itu bermacam-macam. Ada yang sebetulnya tidak dapat digolongkan dalam karya sastra, seperti undang-undang, adat-istiadat, cara-cara membuat obat, dan cara membuat rumah. Sebagian besar dapat digolongkan dalam karya sastra, dalam pengertian khusus, seperti cerita-cerita dongeng, hikayat, cerita binatang, pantun, syair, gurindam, dsb. Ituah sebabnya pengertian filologi diidentikkan dengan sastra lama.


    Filologi terdiri dari dua fokus pembahasan yaitu sebagai berikut:

1.    Kodikologi
Istilah kodikologi berasal dari kata Latin ‘codex’ (bentuk tunggal; bentuk jamak ‘codies’) yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi ‘naskah’–bukan menjadi ‘kodeks’. Sri Wulan Rujiati Mulyadi mengatakan kata ’caudex’ atau ‘codex’ dalam bahasa Latin menunjukkan hubungan pemanfaatan kayu sebagai alas tulis yang pada dasarnya kata itu berarti ‘teras batang pohon’. Kata ‘codex’ kemudian di berbagai bahasa dipakai untuk menunjukkan suatu karya klasik dalam bentuk naskah.
Hermans dan Huisman menjelaskan bahwa istilah kodikologi (codicologie) diusulkan oleh seorang ahli bahasa Yunani, Alphonse Dain, dalam kuliah-kuliahnya di Ecole Normale Seprieure, Paris, pada bulan Februari 1944. Akan tetapi istilah ini baru terkenal pada tahun 1949 ketika karyanya, ‘Les Manuscrits’ diterbitkan pertama kali pada tahun tersebut. Dain sendiri mengatakan bahwa kodikologi adalah ilmu mengenai naskah-naskah dan bukan mempelajari apa yang tertulis di dalam naskah. Dain juga menegaskan walaupun kata kodikologi itu baru, ilmu kodikologinya sendiri bukanlah hal yang baru. Selanjutnya Dain juga mengatakan bahwa tugas dan “daerah” kodikologi antara lain ialah sejarah naskah, sejarah koleksi naskah, penelitian mengenai tempat naskah2 yang sebenarnya, masalah penyusunan katalog, penyusunan daftar katalog, perdagangan naskah dan penggunaan naskah-naskah itu.
2.    Tekstologi
Tekstologi ialah ilmu yang mempelajari seluk beluk dalam teks meliputi meneliti penjelmaan dan penurunan teks sebuah karya sastra, penafsiran, dan pemahamannya. Dengan menyelidiki sejarah teks suatu karya.                          Data yang terdiri dari karakter-karakter yang menyatakan kata-kata atau lambang-lambang untuk berkomunikasi oleh manusia dalam bentuk tulisan.
B.    Folklor

Folklor meliputi legenda, musik, sejarah lisan, pepatah, lelucon, takhayul, dongeng, dan kebiasaan yang menjadi tradisi dalam suatu budaya, subkultur, atau kelompok. Folklor juga merupakan serangkaian praktik yang menjadi sarana penyebaran berbagai tradisi budaya. Bidang studi yang mempelajari folklor disebut folkloristika. Istilah filklor berasal dari bahasa Inggris, folklore, yang pertama kali dikemukakan oleh sejarawan Inggris William Thoms dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh London Journal pada tahun 1846.[1] Folklor berkaitan erat dengan mitologi.

Sebelum mengenal contoh-contoh tradisi lisan, sebaiknya kamu mengenal dulu pengertiannya, supaya dapat membedakan antara bentuk yang satu dengan yang lainnya. Berdasarkan asal katanya, folklor berasal dari dua kata yaitu folk dan lore. Kata folk dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik, sosial, dan kebudayaan, sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok lainnya. Ciri-ciri pengenal itu antara lain dapat berwujud: warna kulit yang sama, rambut yang sama, mata pencaharian yang sama, bahasa yang sama, taraf pendidikan yang sama, dan agama yang sama. Namun yang lebih penting lagi adalah bahwa mereka memiliki suatu tradisi, yakni kebudayaan yang telah mereka warisi secara turun-temurun, sedikitnya dua generasi. Di samping itu, yang paling penting adalah mereka sadar akan identitas kelompok mereka sendiri. Kata lore diartikan sebagai tradisi dari folk, yaitu sebagian kebudayaannya, yang diwariskan secara turun-temurun, baik secara lisan maupun melalui suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat bantu pengingat. Pengertian folklore secara keseluruhan adalah sebagian kebudayaan suatu kolektif, yang tersebar dan diwariskan secara turun-temurun, di antara kolektif macam apa saja, secara tradisional dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat
atau alat pembantu.
    Ciri-ciri Folklor
Kedudukan folklor dengan kebudayaan lainnya tentu saja berbeda, karena folklor memiliki karakteristik atau ciri tersendiri. Menurut pendapat Danandjaja (1997: 3), ciri-ciri pengenal utama pada folklor bisa dirumuskan sebagai berikut:
•    Penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan secara lisan, yakni disebarkan melalui tutur kata dari mulut ke mulut.
•    Folklor bersifat tradisional, yakni disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar.
•    Folklor ada (exis) dalam versi-versi bahkan varian-varian yang berbeda. Hal ini diakibatkan oleh cara penyebarannya dari mulut ke mulut (lisan), biasanya bukan melalui cetakan atau rekaman, sehingga oleh proses lupa diri manusia atau proses interpolasi (interpolation).
•    Folklor bersifat anonim, yaitu nama penciptanya sudah tidak diketahui orang lagi.
•    Folkor biasanya mempunyai bentuk berumus atau berpola, dan selalu menggunakan kata-kata klise.
•    Folklor mempunyai kegunaan sebagai alat pendidik, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan terpendam.
•    Folklor bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai logika umum. Ciri pengenalan ini terutama berlaku bagi folklor lisan dan sebagian lisan.
•    Folklor menjadi milik bersama (collective) dari kolektif tertentu. Hal ini sudah tentu diakibatkan karena penciptanya yang pertama sudah tidak diketahui lagi, sehingga setiap anggota kolektif yang bersangkutan merasa memilikinya.
•    Folklor pada umumnya bersifar polos dan lugu, sehingga seringkali kelihatannya kasar, terlalu spontan. Hal ini dapat dimengerti apabila mengingat bahwa banyak folklor merupakan proyeksi emosi manusia yang paling jujur manisfestasinya.
    Jenis-jenis Folklor
•    FolklorLisan
Menurut pendapat Rusyana (1976) folklor lisan atau sastra lisan mempunyai kemungkinan untuk berperanan sebagai kekayaan budaya khususnya kekayaan sastra; sebagai modal apresiasi sastra sebab sastra lisan telah membimbing anggota masyarakat ke arah apresiasi dan pemahaman gagasan dan peristiwa puitik berdasarkan praktek yang telah menjadi tradisi selama berabad-abad; sebagai dasar komunikasi antara pencipta dan masyarakat dalam arti ciptaan yang berdasarkan sastra lisan akan lebih mudah digauli sebab ada unsurnya yang sudah dikenal oleh masyarakat.
a. Prosa Lama
•    Dongeng adalah bentuk sastra lama yang bercerita tentang sesuatu kejadian yang luar biasa dan penuh khayalan, tentang dewa-dewa, peri-peri, putri-putri cantik, dan sebagainya. Fungsi dongeng haruslah sebagai penghibur. Oleh karena itu, dongeng disebut juga cerita pelipur lara. Dongeng bermacam-macam, yaitu :
    Dongeng jenaka adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor. Contoh: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dll.
    Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Contoh: Seribu Satu Malam
    Mitologi yaitu ilmu tentang kesusasteraan yang mengandung konsep tentang dongeng suci, kehidupan para dewa dan makhluk halus salam suatu kebudayaan. Atau ceritera tentang asal usul alam semesta, manusia dan bangsa yang dikaitkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti mendalam.
Contoh: Mitos tentang Nyai Loro Kidul
    Legenda, yaitu ceritera pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa-peristiwa sejarah atau dongeng-dongeng.
Contoh: Legenda Gunung Tangkuban Perahu, Terjadinya Kota Banyuwangi, Pulau Samosir dll.
    Fabel adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang). Beberapa contoh fabel, adalah: Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung Bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dll.
    Sage adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Beberapa contoh sage, adalah: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dll
    Parabel adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Mahabarata, Bhagawad Gita, dll.
•    Hikayat, berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Kesaktian dan kekuatan luar biasa yang dimiliki seseorang, yang diceritakan dalam hikayat kadang tidak masuk akal. Namun dalam hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah. Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Si Pitung, Hikayat Si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Sang Boma, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.
•    Sejarah (tambo) adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain berisikan peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja. Sejarah yang berisikan silsilah raja ini ditulis oleh para sastrawan masyarakat lama. Contoh: Sejarah Melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis tahun 1612.
•    Kisah adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh: Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah.
•    Bidal adalah cara berbicara dengan menggunakan bahasa kias. Bidal terdiri dari beberapa macam, diantaranya:

    Pepatah adalah suatu peri bahasa yang mengunakan bahasa kias dengan maksud mematahkan ucapan orang lain atau untuk menasehati orang lain. Contoh: Malu bertanya sesat di jalan. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.

    Tamsil (ibarat) adalah suatu peribahasa yang berusaha memberikan penjelasan dengan perumpamaan dengan maksud menyindir, menasihati, atau memperingatkan seseorang dari sesuatu yang dianggap tidak benar.
Contoh: Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Keras-keras kersik, kena air lemut juga.

    Kiasan adalah ungkapan tertentu untuk menyampaikan maksud yang sebenarnya kepada seseorang, karena sifat, karakter, atau keadaan tubuh yang dimilikinya. Kata-kata sebutan yang digunakan dengan cara tersebut dinamakan bahasa kiasan.
Contoh: Makan tangan = memperoleh keuntungan besar. Buah hati = kekasih atau orang yang sangat dicintai.

    Perumpamaan adalah suatu peribahasa yang digunakan seseorang dengan cara membandingkan suatu keadaan atau tingkah laku seseorang dengan keadaan alam, benda, atau makhluk alam semesta.
Contoh: Seperti anjing makan tulang. Seperti durian dengan mentimun.

    Pemeo adalah suatu peribahasa yang digunakan untuk berolok-olok, menyindir atau mengejek seseorang atau suatu keadaan.
Contoh:
Ladang Padang, orang Betawi: maksudnya berlagak seperti orang Padang padahal dia orang Betawi atau orang Betawi yang berlagak kepadang-padangan.
Bual anak Deli: maksudnya membual seperti membualnya daerah Deli yang terus menerus, namun isinya tidak bermakna.

b. Puisi Lama

Puisi Lama merupakan kesustraan rakyat yang sudah tertentu bentuknya, biasanya terjadi dari beberapa deret kalimat, ada yang berdasarkan mantra, ada yang berdasarkan panjang pendek suku kata, lemah tekanan suara, atau hanya berdsarkan irama (Danandjaja, 1997: 46). Puisi lama terikat oleh aturan-aturan Aturan- aturan itu antara lain :

    1. Jumlah kata dalam 1 baris
    2. Jumlah baris dalam 1 bait
    3. Persajakan (rima)
    4. Banyak suku kata tiap baris
    5. Irama

    Macam-Macam Puisi Lama

    Mantra merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.

Contoh:

    Assalammu’alaikum putri satulung besar
    Yang beralun berilir simayang
    Mari kecil, kemari
    Aku menyanggul rambutmu
    Aku membawa sadap gading
    Akan membasuh mukamu

    Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)

Ciri-ciri gurindam:

    a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.
    b. Berasal dari Tamil (India)
    c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan    suatu sebab akibat.

Contoh :
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)

Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )

Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )




    Syair adalah puisi lama yang berasal dari arab.

Ciri - ciri syair :
    a. Setiap bait terdiri dari 4 baris
    b. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
    c. Bersajak a – a – a – a
    d. Isi semua tidak ada sampiran
    e. Berasal dari Arab

Contoh :

Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

    Negeri bernama Pasir Luhur (a)
    Tanahnya luas lagi subur (a)
    Rakyat teratur hidupnya makmur (a)
    Rukun raharja tiada terukur (a)

Raja bernama Darmalaksana (a)
Tampan rupawan elok parasnya (a)
Adil dan jujur penuh wibawa (a)
Gagah perkasa tiada tandingnya (a)

    Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.

Ciri – Ciri Pantun :

    1. Setiap bait terdiri 4 baris
    2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
    3. Baris 3 dan 4 merupakan isi
    4. Bersajak a – b – a – b
    5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
    6. Berasal dari Melayu (Indonesia)

Contoh :

    Ada pepaya ada mentimun (a)
    Ada mangga ada salak (b)
    Daripada duduk melamun (a)
    Mari kita membaca sajak (b)
    Nyanyian Rakyat adalah salah satu genre atau bentuk folklor yang terdiri dari kata-kata dan lagu, yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional, serta banyak mempunyai varian (Brudvand dalam Danandjaja, 1997: 141). Contohnya: kakawihan urang lembur (tokecang, endeuk-eundeukan, ayang-ayagung, prang-pring, bulantok, cing cangkeling, dll.), kagu-kagu gondang, lagu-lagu calung, lagu-lagu celempungan, lagu pa nyawer, lagu pangjampe, dll.
    Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d

Contoh :
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu

    Kalau anak pergi berjalan
    Ibu cari sanak pun cari isi
    Induk semang cari dahulu
     2. Folklor Setengah Lisan
•    Kepercayaan dan tahayul
•    Permainan (kaulinan) rakyat dan hiburan-hiburan rakyat
•    Drama rakyat Seperti: wayang golek, sandiwara, reog, calung, longser, banjet, ubrug, dll.
•    Tari Seperti: tari tayub, tari keurseus, tari ronggeng gunung, tari topeng, dll,
•    Adat atau tradisi. Contohnya: tradisi upacara menanam padi, tradisi orang hamil hingga malahirkan, tradisi pernikahan, tradisi khitanan, tradisi membangun rumah, tradisi ruatan, dll
•    Pesta-pesta rakyat. Contohnya: pesta rakyat kawaluan Baduy, pesta rakyat ngalaksa di Rancaklong dan Baduy, pesta rakyat seba laut di pesisir pantai selatan, pesta rakyat kawin tebu di Majalengka, pesta rakyat seren taun di Ciptarasa dan Baduy, pesta rakyat mubur sura di Rancakalong.

3.    Folklor Bukan Lisan
Folklor bukan lisan dapat dibagi menjadi dua golongan/bagian, yaitu: Folklor yang materiil, dan Folklor yang bukan materiil.


a. Folklor Materiil
•    Arsitektur rakyat. Seperti: bentuk julang ngapak, tagog anjing, sontog, duduk jandela, dll.
•    Seni kerajinan tangan. Seperti: seni batik, anyaman, patung, ukiran, bangunan, dll.
•    Pakaian dan perhiasan. Seperti: Kebaya, baju kampret, totopong, bendo, pendok, giwang, penitik, kalung, gengge, siger, mahkuta, kelom geulis, payung, dll.
•    Obat-obat rakyat. Seperti: jamu-jamuan, daun-daunan, kulit pohon, buah, getah, dan jampe-jampe.
•    Makanan dan minuman. Seperti: awug, tumpeng, puncakmanik, dupi, lontong, ketupat, angleng, wajit, dodol, kolotong, opak, ranginang, ulen, liwet, kueh cuhcur, surabi, bakakak, dadar gulung, aliagrem, dan minuman: lahang, wedang, bajigur, bandrek, dll.
•    Alat-alat musik. Seperti: kacapi, suling, angklung, calung, dogdog, kendang, gambang, rebab, celempung, terebang, tarompet, dll.
•    Peralatan dan senjata. Seperti: rumah tanga; nyiru, dingkul, ayakan, sirib, dulang, dll. Alat pertanian: pacul, parang, wuluku, garu, caplakan, kored, congrang, patik, dekol, balicong, bedog, peso raut, peso rajang, arit, dll. Senjata: tombak, paser, ketepel, sumpit, badi, keris, dll.
•    Mainan. Seperti: ucing sumput, pris-prisan, engkle-engklean, sondah, sapintrong, congklak, damdaman, kasti, langlayangan, papanggalan, luncat galah, kukudaan, dll.
b. Folklor Bukan Materil
•    Bahasa isyarat (gesture) Seperti: bersiul, mengacungkan jempol, mengedipkan mata, melambaikan tangan, mengangguk, menggeleng, mengepalkan tangan, dll.
•    Laras musik Seperti: laras salendro, laras pelog, laras dedegungan, laras madenda, dll.





Contoh Analisis Naskah Drama Sepasang Merpati Tua Karya Bakdi Sumanto

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang

Sastra pada dasarnya merupakan jelmaan dari kehidupan nyata manusia. Memahami satra hampir sama nilainya dengan memahami hidup orang yang melahirkan sastra.
Dilihat dari segi jenisnya, karya sastra terbagi menjadi tiga yaitu puisi, prosa dan drama. Ketiga jenis karya sastra ini memiliki ciri dan kekhasan masing-masing. Sastra juga dianggap sebagai hal yang istimewa karena perpaduan imajinasi, kreativitas, kecakapan, pengetahuan, serta wawasan yang luas.
Dari ketiga jenis karya sastra ini, drama merupakan karya sastra yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Drama terlahir dari penulis yang terinspirasi oleh realita dari kehidupan masyarakat sekitar penulis, baik dari pengalaman penulis sendiri maupun pengalaman orang lain.
Drama merupakan kisah kehidupan manusia yang dikemukakan di pentas berdasarkan naskah, menggunakan percakapan, gerak laku, unsur-unsur pembantu seperti dekor, kostum, rias, lampu, musik, serta disaksikan oleh penonoton. Drama yang termasuk sastra modern terbentuk dari beberapa unsur yang saling berkaitan dan saling mendukung. Unsur-unsur pembentuk drama ada dua, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.
Adapun kajian yang menjadi fokus pada makalah ini adalah tentang unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto. Hal penting dilakukannya kajian terhadap unsur-unsur pembentuk drama yaitu untuk mengetahui pesan yang hendak disampaikan pengarang dalam naskah drama, dan akan terwujud setelah nantinya menelaah stu persatu unsur drama serta ditariknya kesimpulan dari kajian ini.







1.2. Rumusan Masalah
Adapun yang akan menjadi permasalahan dan fokus yang akan dibahas yaitu:
1.2.1. Bagaimana unsur intrinsik dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi        Soemanto?
1.2.2. Bagaimana unsur ekstrinsik dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto?

1.3. Tujuan
          Adapun tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang ada dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto.

1.4. Manfaat

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari hasil analisis naskah drama ini adalah :

1.4.1. Sebagai bahan bacaan bagi peminat sastra pada dewasa ini
1.4.2. Sebagai apresiasi sastra
1.4.3. Sebagai bahan yang memudahkan penikmat sastra untuk memahami unsur pembentuk  karya sastra khususnya pada drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto















BAB II
PEMBAHASAN
Adapun unsur-unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang ada dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah sebagai berikut:

3.1.     Unsur Intrinsik

3.1.1. Tema
          Dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto temanya adalah sosio-politik. Ini bisa dilihat dari kutipan dialog yang bercetak tebal berikut :
Nenek    :    Nah, paling terhormat jadilah diplomat wakil republik kita tercinta di PBB…      (Kakek geleng kepala)
Nenek    :    Aku sungguh tidak mengerti cita-citamu, Pak.
Kakek    :    Aku ingin jadi diplomat yang diberi pos di kolong jembatan saja…
Nenek    :    Ah, gila. Itu pekerjaan gila.
Kakek    :    Banyak diplomat yang dikirim ke pos-pos manapun di dunia ini. Tapi
pemerintah belum punya wakil untuk bicara-bicara dengan mereka yang ada   di kolong jembatan, bukan? Ini tidak adil. Maka aku menyatakan diri. Maka aku menyediakan diri untuk mewakili pemerintahan ini sebagai diplomat kolong jembatan.
Nenek    :    Tapi kau akan terhina
Kakek    :    Selama kedudukan adalah diplomat, di manapun ditempatkan sama saja terhinanya, sama saja mulianya
Nenek    :    Aku tidak rela kalau kau ditempatkan di pos terhina itu.
Kakek    :    Kau belum tahu, justru paling mulia di antara pos-pos di manapun juga.
Nenek    :    Kau sudah tidak waras.
Kakek    :    Seorang diplomat pada hakikatnya adalah seorang yang pandai ngomong.
Pandai meyakinkan orang, pandai membujuk. Orang-orang di kolong  jembatan itu perlu dibujuk agar hidup baik-baik. Berusaha mencari pekerjaan yang layak dan timbul kepercayaan diri-sendiri. Tidak sekedar dihalau, diusir, kalau malau ada orang gede lewat saja. Jadi untuk mengatasi tidakan-tindakan kasar ini, perlu ada wakil yang bisa membujuk.
3.1.2. Alur/Plot
Adapun alur yang ada dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah alur maju. Hal ini dapat kita lihat pada pengaluran berikut ini
1.    Nenek menyinggung pekerjaan kakek yang tidak lain hanyalah bersolek.
2.    Kakek membaca koran menyendiri dan nenek merasa diabaikan
3.    Nenek menghampiri kakek lalu duduk di sebelahnya dan menyandarkan kepalanya di bahu kakek sebelah kiri.
4.    Kakek merasa tindakan nenek adalah suatu demonstrasi
5.    Nenek merasa diolok-olok
6.    Kakek menyangkal prasangka nenek bahkan memuji tindakan nenek dengan membandingkan keberanian nenek dengan Ibu Kartini.
7.    Nenek mengatakan bahwa kakek berbicara seperti professor
8.    Kakek mengatakan memang dulunya dia bercita-cita ingin menjadi professor malah dikatakannya pula bahwa ia sudah berhasil meskipun tidak secara formal.
9.    Kakek merasa menjadi professor karena seringnya didatangi mahasiswa dan guru besar untuk mengajaknya diskusi.
10.    Nenek tidak setuju dengan cita-cita kakek menjadi professor, bahkan menyarankan agar kakek menjadi seirang diplomat.
11.    Kakek bersedia menjadi diplomat dan dia bersedia ditugaskan di pos mana saja.
12.    Nenek mengharapkan kakek ditempatkan di pos yang terhormat seperti di PBB.
13.    Kakek lebih bersedia jika ditempatkan sebagai wakil pemerintah untuk berbicara kepada mereka di bawah kolong jembatan.
14.    Nenek tidak mau karena gengsi.
15.    Nenek tiba-tiba tidak setuju kalau kakek menjadi diplomat
16.    Kakek pergi mengambil teko, menuang kopi, lalu meminumnya.
17.    Nenek memandang tindakan kakek yang membuka toples lalu memakan makanannya.
18.    Nenek mengomentari tndakan kakek yang kurang sopan dan menganggap kakek sudah ingin pindah pekerjaan
19.    Kakek ingin menjadi teknokrat
20.    Nenek menyarankan teknkrat dalam bidang ekonomi, politik, dan militer.
21.    Kakek lebih memilih menjadi teknokrat dalam bidang persampahan
22.    Nenek mempertanyakan pikiran kakek yang bukan-bukan.
23.    Kakek mengatakan bahwa tak sanggup lagi melihat kenyataan-kenyataan yang hanya tipuan belaka.
24.    Nenek semakin pusing mendengar bicara kakek.
25.    Kakek menjelaskan bahwa tokoh-tokoh seperti Aristoteles, Chairil Anwar dan lain-lain harus dipancarkan kembali karya mereka.
26.    Nenek menyuruh kakek menyudahi bicara kakek yang bukan-bukan nanti penyakit napas kakek kambuh lagi.
27.    Nenek bertanya kepada kakek kapan mereka akan mati
28.    Kakek mengatakan mereka harus bersiap-siap.
29.    Lonceng berbunyi dua belas kali.
30.    Nenek tidak mengerti dengan loceng yang berbunyi
31.    Kakek mengatakan bahwa kebiasaan, ukuran, dan konsep tidak terlalu cocok.
32.    Nenek tidak paham dan menanyakan cara untuk mengerti maknanya
3.1.3. Tokoh dan Penokohan.

          Adapun tokoh yang terdapat dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto ada dua orang, yaitu kakek dan nenek.
Penokohan dalam drama ini yaitu tokoh kakek digambarkan sebagai lelaki yang cerdas, kritis terhadap pemerintah, peduli terhadap rakyat kecil dan masyarakat sekitar. Agar lebih jelasnya saya akan memaparkan kutipan dialog yang memperkuat argumen saya tentang karakter kakek satu persatu. Untuk karakter kakek yang cerdas dapat dibuktikan pada kutipan dialog yang bercetak tebal berikut :
Nenek    :    Kau memperolok-olok aku di depan orang banyak begini. Siapa aku ini?
      Istrimu bukan? Kalau aku dapat malu, kan kau juga ikut dapat malu toh. Hu… hu… hu…
Kakek    :    Bukan maksudku memperolok-olok kau, Bu. Aku justru memuji tindakanmu yang berani.
Nenek    :    (Tiba-tiba berhenti manangis). Berani? Aku pemberani?
Kakek    :    Ya, kau pantas disejajarkan dengan ibu kita kartini.
Nenek    :    Ibu Tin?
Kakek    :    Bukan, bukan bu tin, Ibu kita Kartini.
Nenek    :    Tetapi, kan ibu kita Kartini juga bisa kita sebut Bu Tin, kan. Apa salahnya?
Kakek    :    Hush, diam! Ingat ini di depan orang banyak. Maka jangan main    semborono dengan sebutan-sebutan yang multi interpretable….

    Selanjutnya karakter kakek yang kritis terhadap pemerintah dapat dibuktikan pada dialog yang bercetak tebal berikut :
Kakek    :    Aku ingin jadi diplomat yang diberi pos di kolong jembatan saja…
Nenek    :    Ah, gila. Itu pekerjaan gila.
Kakek    :    Banyak diplomat yang dikirim ke pos-pos manapun di dunia ini. Tapi
pemerintah belum punya wakil untuk bicara-bicara dengan mereka yang ada   di kolong jembatan, bukan? Ini tidak adil. Maka aku menyatakan diri. Maka aku menyediakan diri untuk mewakili pemerintahan ini sebagai diplomat kolong jembatan.
Selanjutnya untuk karakter kakek yang peduli terhadap masyarakat dapat dibuktikan pada kutipan dialog yang bercetak tebal berikut :
Nenek    :    Tapi kau akan terhina
Kakek    :    Selama kedudukan adalah diplomat, di manapun ditempatkan sama saja terhinanya, sama saja mulianya
Nenek    :    Aku tidak rela kalau kau ditempatkan di pos terhina itu.
Kakek    :    Kau belum tahu, justru paling mulia di antara pos-pos di manapun juga.
Nenek    :    Kau sudah tidak waras.
Kakek    :    Seorang diplomat pada hakikatnya adalah seorang yang pandai ngomong. Pandai meyakinkan orang, pandai membujuk. Orang-orang di kolong  jembatan itu perlu dibujuk agar hidup baik-baik. Berusaha mencari pekerjaan yang layak dan timbul kepercayaan diri-sendiri. Tidak sekedar dihalau, diusir, kalau malau ada orang gede lewat saja. Jadi untuk mengatasi tidakan-tindakan kasar ini, perlu ada wakil yang    bisa membujuk…
               Sedangkan karakter kakek yang peduli terhadap lingkungan sekitar dapat dibuktikan pada dialog yang bercetak tebal berikut :
Nenek    :    Mau pindah pekerjaan?
Kakek    :    Ya.
Nenek    :    Apa?
Kakek    :    Teknokrat.
Nenek    : Gila.
Kakek    :    Aku mau jadi teknokrat dalam bidang….
Nenek    :    Ekonomi?
Kakek    :    Bukan!
Nenek    :    Politik?
Kakek    :    Bukan
Nenek    :    Militer?
Kakek    :    Bukan
Nenek    :    Lalu apa?
Kakek    :    Bidang persampahan
Nenek    :    Apa?
Kakek    :    Bidang sampah-sampah! Ini perlu sekali, salah satu sebab adanya banjir di kota ini, karena orang-orang kurang tahu artinya selokan-selokan itu. Kau lihat di jalan-jalan yang sering tergenang air itu. Coba selokan itu kita keduk, sampahnya luar biasa banyaknya…
(Nenek termenung)

    Sedangkan karakter tokoh nenek digambarkan sebagai wanita yang romantis, gengsi, dan cengeng. Sama halnya dengan karakter kakek, agar lebih jelasnya akan saya uraikan pembuktiannya satu persatu melalui kutipan dialog. Untuk karakter nenek yang romantis, tergambar pada dialog yang tercetak tebal berikut

Nenek    :    (Berdiri menghampiri Kakek, lalu duduk di sebelahnya, lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Kakek sebelah kiri).
Kakek    :    Gila. Malah demonstrasi.
Nenek    :    Sekali waktu memang perlu.
Kakek    :    Ya, tapi kan bukan untuk saat ini?
Nenek    :    Kukira justru!
Kakek    :    Duilah apa-apaan ini.
Nenek    :    Agar orang tetap tahu, aku milikmu.
Kakek    :    Siapa mengira kita sudah cerai?
Nenek    :    Ah, wanita. Bagaimanapun sudah tua, aku tetap wanita. (Berdiri, pergi ke kursi dan duduk). Dunia wanita yang hidup dalam angan-angan, takut    kehilangan, tapi menuntut kenyataan-kenyataan.

          Selanjutnya karakter nenek yang cengeng dapat dibuktikan pada dialog yang bercetak tebal berikut :
Nenek    :    Ah, wanita. Bagaiamanapun sudah tua, aku tetap wanita. (Berdiri, pergi ke
kursi dan duduk). Dunia wanita yang hidup dalam angan-angan, takutkehilangan, tapi menuntut kenyataan-kenyataan.
Kakek    :    Bagus!
Nenek    :    Apa maksudmu?
Kakek    :    Tindakan terpuji, itu namanya.
Nenek    :    He, apa sih maksudmu, Pak?
Kakek    :    Mengaku dosa di depan orang banyak!
Nenek    :    Hu… hu… hu… (Menangis)
Kakek    :    He, ada apa kau, Bu? Ada apa? Digigit namuk rupanya?
Nenek    :    Kau memperolok-olok aku di depan orang banyak begini. Siapa aku ini?
       Istrimu bukan? Kalau aku dapat malu, kan kau juga ikut dapat malu toh.
Hu…hu… hu…

          Selanjutnya karakter gengsi nenek dapat dibuktikan pada dialog yang bercetak tebal berikut :
Nenek    :    Ah… bagaimana, nanti kalau aku arisan dan ditanya teman-teman
      bagaiamana jawabku, Pak. Coba bayangkan, bayangkan…
Kakek    :    Istriku, aku mengerti, bagaimana kau akan turun gengsi nanti. Tapi kau tidak.
usah khawatir, kalau kau datang ke arisan yang lima ribuan, dan kau ditanya orang-orang apa pekerjaanku jawab saja diplomat, titik. Kolong jembatannya tidak usah disebut, kalau kau datang ke arisan yang seratusan, saya kira tak ada salahnya kalau kau ngomong diplomat kolong jembatan…
Nenek    : Tapi kalau teman-teman arisan lima ribuan tanya, di mana posnya…?
Kakek    :    Ah… (memegangi kepala). Begini, diplomat bagian sosial… hebat toh?
Nenek    :    Masak ada diplomat sosial?
Kakek    :    kau ini bagaimana, diplomat itu serba mungkin asal kau pintar main lidah,
beres. Coba, kau kan tahu ada diplomat pimpong, ada diplomasi SPP, diplomasi macam-macam saja ada.
3.1.4. Latar/Setting
Adapun latar (latar waktu dan tempat) yang ada dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah di ruang tengah menjelang malam. Ini dapat dibuktikan pada penggalan narasi drama yang bercetak tebal di bawah ini yaitu :
“Panggung menggambarkan sebuah ruangan tengah rumah sepasang orang tua. Di atas sebelah kiri ada meja makan kecil dengan dua buah kursi. Di atas meja ada teko, sepasang cangkir, dan stoples berisi panganan. Agak di tengah ruangan itu terdapat sofa, lusuh warna gairahnya. Di belakang terdapat pintu dan jendela.
Waktu drama ini dimulai, Nenek duduk sambil menyulam. Sebentar-bentar ia menengok ke belakang, kalau-kalau suaminya datang. Saat itu hari menjelang malam”.

3.1.5. Sudut Pandang (Point of View)
          Adapun sudut pandang yang digunakan oleh pengarang dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah sudut pandang orang ketiga tunggal dimana pengarang menggunakan sapaan ibu-bapak. Ini dapat dilihat pada kutipan dialog-dialog bercetak tebal berikut :

Kakek    :    (Masuk). Bagaimana kalau aku pakai kopiah seperti ini, Bu?
Nenek    :    Astaga! Tuan rumah mau pesiar ke mana menjelang malam begini?
Kakek    :    tidak kemana-mana. Cuma mau duduk-duduk saja, sambil baca koran.
Nenek    :    mengapa membaca koran mesti pakai kopiah segala?
Kakek    :    Agar komplit, Bu
Nenek    :    yaaah. Waktu dulu kau jadi juru tulis, empat puluh tahun lampau. Tapi
      sekarang, kopiah hanya bernilai tambah penghangat belaka.
Kakek    :    (Berjalan menuju ke meja, mengambil koran, lalu pergi ke sofa, membuka
       lembarannya)

Dan pada dialog lain berikut

Kakek    :    Bagus!
Nenek    :    Apa maksudmu?
Kakek    :    Tindakan terpuji, itu namanya.
Nenek    :    He, apa sih maksudmu, Pak?
          Selanjutnya kedudukan tokoh adalah sudut pandang pengarang serba tahu di mana pengarang mengetahui segala seluk-beluk dan isi rumah, aktivitas nenek dan seluk-beluk kehidupan tokoh. Ini dapat dilihat pada narasi pengenalan cerita. Kutipannya yaitu:

“Panggung menggambarkan sebuah ruangan tengah rumah sepasang orang tua. Di atas sebelah kiri ada meja makan kecil dengan dua buah kursi. Di atas meja ada teko, sepasang cangkir, dan stoples berisi panganan. Agak di tengah ruangan itu terdapat sofa, lusuh warna gairahnya. Di belakang terdapat pintu dan jendela.
Waktu drama ini dimulai, Nenek duduk sambil menyulam. Sebentar-bentar ia menengok ke belakang, kalau-kalau suaminya datang. Saat itu hari menjelang malam”.

    3.1.6. Amanat

          Adapun amanat yang dapat diambil dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah seperti pada petikan dialog yang tercetak tebal berikut :

Kakek     :    Manusia harus menghayati hidupnya, bukan menghayati disiplin mati itu…
        doktrin-doktrin itu harus…harus…
Nenek    :     Suamiku, sudahlah nanti penyakit napasmu kumat lagi. Kalau kau terlalu semangat begitu…
Kakek    :     Kreatifitas harus dibangkitkan. Bukan dengan konsep-konsep tetapi dengan merangsangnya…dengan menggoncangkan jiwanya agar tumbuh keberaniannya menjadi diri sendiri. Tidak menjadi manusia bebek. Yang cuma meniru, meniru, meniru…(kakek rebah, nenek menjerit).
3.2.     Unsur Ekstrinsik
          Adapun unsur-unsur yang membangun naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto dari luar (unsur ekstrinsik) adalah memuat nilai-nilai sosio-politik. Nilai-nilai ini dapat dilihat pada kutipan-kutipan dialog yang tercetak tebal berikut :
Kakek    :    Aku ingin jadi diplomat yang diberi pos di kolong jembatan saja…
Nenek    :    Ah, gila. Itu pekerjaan gila.
Kakek    :    Banyak diplomat yang dikirim ke pos-pos manapun di dunia ini. Tapi pemerintah belum punya wakil untuk bicara-bicara dengan mereka yang ada di kolong jembatan, bukan? Ini tidak adil. Maka aku menyatakan diri. Maka aku menyediakan diri untuk mewakili pemerintahan ini sebagai diplomat kolong jembatan.








BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
    Dari pembahasan tadi, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa
1)    Tema yang terdapat dalam dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah sosio-politik.
2)    Alur/Plot yang ada dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah alur maju.
3)    Tokoh dan penokohan. Tokohnya ada dua, yaitu kakek yang berwatak kritis, cerdas, realistis, dan peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dan nenek yang berwatak romantis, gengsi, cengeng,  takut kehilangan orang yang dicintainya, dan pemahamannya lambat.
4)    Latar/setting yang ada dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah di ruangan tengah rumah dan terjadi pada malam hari.
5)    Sudut Pandang yang digunakan dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah sudut pandang orang ketiga tunggal dan  pengarang serba tahu
6)    Amanat yang ada dalam naskah drama “Sepasang Merpati Tua” karya Bakdi Soemanto adalah Kreatifitas harus dibangkitkan. Bukan dengan konsep-konsep tetapi dengan merangsangnya…dengan menggoncangkan jiwanya agar tumbuh keberaniannya menjadi diri sendiri. Tidak menjadi manusia bebek. Yang cuma meniru, meniru, meniru…
4.2. Saran-saran
Adapun saran yang dapat saya berikan pada para pembaca adalah agar sekiranya makalah ini bisa dijadikan bahan acuan atau referensi untuk penganalisis drama berikutnya.